Ke mana-mana selalu mengendarai motor? Kalau begitu, jangan abai dalam merawat kendaraan tersebut. Anak muda seperti kita, tentunya mobilitas sedang tinggi-tingginya. Ke kampus, ke perkumpulan komunitas, atau ke kantor, akan lancar kalau motor sehat.

Salah satu komponen penting pada motor adalah ban. Ban harus diganti secara berkala, agar motor dapat dikendarai dengan aman dan nyaman. Masalahnya, kadang-kadang kita tidak tahu tanda-tanda ban motor harus diganti.
Tanda Ban Motor Harus Diganti
Tidak usah bingung. Ada ciri-ciri khusus ketika ban motor harus diganti. Apabila kamu menemukan salah satu atau lebih dari tanda-tanda ini, berarti sudah waktunya harus ganti ban.
- Ban sudah botak
Botak di sini maksudnya adalah alur kembang yang ada pada ban, sudah tidak terlihat. Setiap ban memiliki motif yang timbul. Saat ban berjalan di aspal, permukaannya akan tergesek. Semakin lama digunakan, motif tersebut akan menipis dan akhirnya rata. Gantilah ban ketika alur kembangnya sudah mulai rata.
- Permukaan ban retak
Ban bisa retak karena berjalan di jalan yang tidak mulus. Kondisi permukaan ban retak juga bisa disebabkan karena cuaca. Ketika ban sudah mulai retak, segeralah menggantinya, agar lebih aman ketika di jalan.
- Permukaan ban tidak rata
Sering kali ban terlihat masih bagus meskipun sudah dipakai dalam waktu lama. Namun, benturan-benturan ban pada aspal bisa menyebabkan permukaan ban tidak rata. Ban pun bergelombang atau terdapat benjolan. Ban yang sudah dalam kondisi seperti ini, tidak aman bila digunakan untuk berkendara dengan kecepatan tinggi dan di jalan yang menikung. Gantilah ban sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
- Ban terlalu membal
Ban seharusnya bekerja sejalan dengan shockbreaker, terutama di jalan yang tidak rata. Ban yang terlalu membal menunjukkan bahwa ban sudah harus segera diganti. Sebab, itu berarti ban sudah tidak terlalu keras dan kehilangan elastisitasnya.
- Banyak sobekan
Ciri lain ban motor yang sudah harus diganti adalah ada banyak sobekan dan tusukan. Ban bisa mengalami hal ini karena bekerja di atas aspal dan faktor cuaca. Ban yang sudah tampak banyak sobekannya sebaiknya harus diganti karena menghambat performa kendaraan dan berisiko bagi keselamatan pengendaranya.
- Oleng saat menikung
Pengendara motor memang kadang-kadang merasa oleng saat melalui jalan yang tidak rata. Namun, itu bukan masalah pada ban tetapi memang kondisi jalan yang kurang nyaman dilalui. Masalah pada ban yaitu terasa oleng ketika digunakan melewati jalan menikung yang aspalnya mulus. Itu berarti ban sudah tidak nyaman digunakan. Ban yang sudah tidak sehat pun tidak bisa meminimalkan benturan ketika bertemu aspal yang tidak rata. Ini tanda bahwa kamu harus mengganti ban.
- Perhatikan jarak tempuh
Sering kali ban motor tidak menunjukkan tanda-tanda perlu diganti. Namun, kamu juga perlu memperhatikan jarak tempuh. Sebab, jarak tempuh juga mempengaruhi kualitas ban. Gantilah ban depan apabila jarak tempuhnya sudah 12.000 km dan ban belakang ketika jarak tempuh sudah mencapai 10.000 km. Jangan tunda lagi, agar performa ban selalu prima.

Sesuaikan Ukuran Ban
Selain kondisi ban, perhatikan juga ukuran ban. Ukuran ban berbeda-beda antara motor yang satu dengan yang lain. Ketika mengganti ban, pastikan juga ukuran bannya sesuai. Misalnya, seharusnya memakai ban IRC ring 14, pastikan motor kamu mendapatkan ban itu juga saat mengganti. Jangan sampai mengganti ban yang berbeda ukuran, karena sudah pasti ban tidak akan bekerja dengan baik. Bahkan bisa berpengaruh pada keselamatan pengendara saat di jalan.

Ban adalah satu-satunya komponen pada motor yang menyentuh aspal. Oleh karena itu harus menggunakan ban yang sehat. Jangan abai ketika ban sudah menunjukkan tanda-tanda harus diganti. Ban yang tampak sehat pun sebaiknya diganti, terutama ketika sudah dipakai terlalu lama. Semua ini demi keamanan dan kenyamanan kamu sebagai pengendara
