Aplikasi Bahasa Tolaki, Bukti Cinta La Ode Nursalim pada Negeri

Bahasa Tolaki? Apa itu?

Saya baru tahu ada Bahasa Tolaki ketika membaca profil La Ode Mursalim. Mursalim berasal dari Watuputih, Kecamatan Watoputeh, Provinsi Sulawesi Tenggara. Beliau adalah salah satu Penerima Apresiasi Satu Indonesia Awards Provinsi, kategori teknologi, tahun 2018, untuk karyanya yang berupa aplikasi kamus Bahasa Tolaki.

Sumber gambar: Facebook La Ode Mursalim

Bahasa Tolaki adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara, terutama di Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan beberapa daerah di Kota Kendari.

Mursalim menggunakan Bahasa Tolaki seperti biasa, dalam kehidupan sehari-hari, seperti masyarakat lain pada umumnya. Mursalim menyadari, bahasa daerah harus dilestarikan agar tidak punah. Namun, saat itu Mursalim sama sekali tidak terpikir melakukan sesuatu dalam rangka menjaga agar Bahasa Tolaki tetap ada.

Belajar Teknologi dan Melestarikan Bahasa Daerah

Selepas masa SMA, Nursalim melanjutkan pendidikannya di Semarang, Jawa Tengah. Beliau mengambil kuliah jurusan teknik informatika, di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).

Pada saat inilah Mursalim berdiskusi dengan teman-temannya tentang cara melestarikan Bahasa Tolaki. Teman-teman Mursalim menghendaki adanya aplikasi Bahasa Tolaki. Tujuannya agar generasi muda di daerah-daerah yang (seharusnya) menggunakan Bahasa Tolaki, tetap mengenal dan menggunakan bahasa tersebut. Selain itu, alangkah baiknya apabila orang-orang dari daerah lain juga mengenal Bahasa Tolaki. Oleh sebab itu, diperlukan aplikasi penerjemah Bahasa Tolaki ke Bahasa Indonesia dan sebaliknya.

Berkat diskusi tersebut, Mursalim semangat dan gigih mewujudkan aplikasi yang dimaksud.

Merancang Aplikasi

Setelah selesai kuliah, Mursalim kembali lagi ke daerahnya dan menerapkan ilmu yang didapat selama kuliah. Berbekal ilmu pemrograman, Mursalim mulai merancang aplikasi. Butuh waktu beberapa bulan sejak beliau mulai membuat aplikasi hingga selesai. Aplikasi dibuat bulan Juni 2016 dan selesai pada Agustus 2016.

Sumber gambar: Pixabay

Aplikasi dibuat menggunakan program Java. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa menerjemahkan Bahasa Tolaki ke dalam Bahasa Indonesia dan sebaliknya. Tidak hanya itu. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur Google Speech, sehingga memungkinkan pengguna memunculkan suara agar tahu cara mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Tolaki tersebut.

Saat merancang aplikasi ini, Mursalim dibantu oleh teman-teman sesama programer Adalah Alfino, mahasiswa Fakultas Teknologi Industri di kampus yang sama dengan Mursalim, yang membantu Mursalim dalam mengembangkan aplikasi tersebut. Alfino bertugas menerjemahkan bahasa pada aplikasi ini.

Mursalim juga dibantu oleh masyarakat Suku Tolaki di Kendari, dalam merampungkan aplikasi penerjemah ini, sehingga bisa selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Bukan Tanpa Hambatan

Meskipun selesai dalam waktu tidak sampai satu tahun, pembuatan aplikasi penerjemah Bahasa Tolaki, bukan tanpa hambatan. Mursalim menemukan berbagai tantangan yang harus dicarikan solusi.

Tantangan tersebut misalnya, rumitnya menyusun dan menginput kata-kata Bahasa Tolaki ke dalam database aplikasi. Dalam memasukkan data kata-kata ke dalam kamus, Mursalim ingin mengandalkan Kamus Besar Bahasa Tolaki – Indonesia yang pernah diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sayangnya kamus tersebut sudah sulit didapat.

Sumber gambar: Pixabay

Mursalim tidak berhenti begitu saja. Beliau tetap gigih berusaha. Akhirnya beliau mendapatkan kamus tersebut dari salah satu orang Suku Tolaki. Orang itu masih menyimpan kamus tersebut sebagai salah satu kamus koleksinya.

Kendala lain yaitu munculnya error-error pada aplikasi, sehingga tidak langsung bisa digunakan. Untunglah teman-teman programmer Mursalim bisa mengatasi hal ini.

Setelah aplikasi selesai dibuat pun, Mursalim masih menghadapi tantangan. Kali ini tantangannya adalah saat akan mengenalkan atau mempromosikan aplikasi tersebut. Mursalim sudah menggunakan media sosial untuk mengenalkan aplikasi tersebut tetapi belum maksimal, karena belum mendapatkan dukungan optimal dari pemerintah daerah setempat.

Sumber gambar: Instagram La Ode Mursalim

Sebenarnya Mursalim sudah memiliki ide lain dalam mengenalkan aplikasi ini pada masyarakat yang lebih luas, yaitu menggunakan media berbayar. Namun, lagi-lagi belum bisa diterapkan karena satu dan lain hal.

Berguna bagi Masyarakat Setempat

Aplikasi Bahasa Tolaki ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di daerah yang bahasanya menggunakan Bahasa Tolaki. Generasi tua yang lebih banyak menggunakan Bahasa Tolaki bisa lebih mengerti Bahasa Indonesia, sementara, sebaliknya, generasi muda yang sudah jarang menggunakan Bahasa Tolaki dan lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia, bisa mengenal dan menggunakan Bahasa Tolaki lebih jauh.

Masyarakat juga menyadari bahwa aplikasi kamus ini sangat berharga, sehingga bisa mewariskan Bahasa Tolaki dari generasi ke generasi. Dengan demikian, Bahasa Tolaki tetap lestari hingga anak cucu nanti.

Apresiasi Satu Indonesia Awards 2018

Berkat inovasinya ini, La Ode Mursalim berhasil menjadi salah satu Penerima Apresiasi Satu Indonesia Awards 2018.  Mursalim mengatakan bahwa aplikasi buatannya adalah kamus pertama berbasis Android untuk Bahasa Tolaki. Lebih dari itu, hasil karya teknologi ini masuk dalam hitungan kekayaan nonbenda (intangible) masyarakat Tolaki untuk generasi selanjutnya.

 

Sumber gambar: Instagram La Ode Mursalim

Hal yang sudah dilakukan oleh La Ode Mursalim adalah bentuk kecintaannya pada negeri ini, yang patut mendapat apresiasi.