Eko Saputra Poceratu: Kenalkan Maluku dengan Dunia Literasi Digital

Dunia digital sudah berkembang beberapa tahun belakangan. Sejak itu pula, semua bidang perlahan-lahan merambah ke dunia digital. Dalam bidang ekonomi, misalnya, hampir seluruh sistem perdagangan berpindah ke digital.

Sumber: Pixabay

Pasar-pasar yang dahulu hanya bisa didatangi secara tatap muka, sekarang bisa dijangkau dari jarak jauh. Berbelanja, tidak perlu harus datang ke lokasi. Cukup berada di tempat masing-masing dan berbekal gadget serta jaringan internet, barang-barang yang dibutuhkan atau diinginkan, sudah bisa didapat.

Dunia perbankan juga sudah menggunakan sistem digital. Orang-orang sangat mungkin melakukan transaksi apapun, tanpa memegang uang tunai. Semua bank berlomba-lomba menerbitkan beraneka macam program, sehingga memungkinkan masyarakat mendapatkan semua hal tanpa uang di tangan.

Anak Muda Wajib Melek Digital

Ketika zaman sudah berkembang seperti ini, anak-anak muda pun harus mengikuti. Pada era digital seperti sekarang, anak muda wajib mempelajari dunia digital agar tidak tertinggal dan tetap bisa mengikuti berbagai aspek kehidupan.

Sumber: Instagram Eko Saputra Poceratu

Kegiatan belajar mengajar sudah pasti menggunakan sistem yang berbeda dengan zaman sebelum mengenal digital. Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, anak muda harus mengerti cara mengoperasikan berbagai gawai. Sebab, di sekolah atau kampus, tidak lagi belajar menggunakan alat tulis seperti buku dan pensil/pulpen secara penuh. Proses belajar sudah lebih banyak menggunakan ponsel atau laptop. Jadi, kalau tidak beradaptasi dengan menguasai pengoperasian gadget, kegiatan belajar tidak berjalan lancar.

Dengan berkembangnya dunia digital, segala hal juga bisa dilakukan lintas negara. Produk-produk dari negara yang satu bisa dibeli atau dikonsumsi oleh negara lain, dengan mudah. Dunia seakan berada di genggaman tangan. Promosi dan kerja sama pun bisa dilakukan lebih luas.

Eko Saputra Poceratu, Sampaikan Pesan Literasi Secara Digital

Salah satu contoh anak muda yang sudah menerapkan digital pada dunia literasi adalah Eko Saputra Poceratu. Eko lahir di Tihulale, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada 2 Mei 1992.

Eko berprofesi sebagai penyair, penulis, dan konten kreator. Selama ini Eko produktif menciptakan berbagai tulisan di media sosial seperti Instagram dan memamerkan karya-karya kontennya di kanal video seperti YouTube. Eko juga giat beraktivitas dalam bidang sastra.

Sumber: Instagram Eko Saputra Poceratu

Sejak 2010 Eko sudah tergabung dalam komunitas bengkel sastra Paparisa Ambon Bergerak. Konten-konten Eko pun informasi informasi budaya, cerita pendek, puisi, dan tips-tips untuk menjalani hidup bagi remaja.

Dari waktu ke waktu, Eko berlatih membuat konten. Dia menggali lagi potensi dan pengetahuannya di bidang filsafat, lalu dituangkan dalam bentuk konten digital. Ada banyak informasi yang disampaikannya melalui konten tersebut. Eko pun memiliki bekal pengalaman dalam memproduksi konten. Sayangnya, pada saat itu, kualitas kontennya belum terlalu bagus, karena menggunakan peralatan seadanya.

Komunitas Gerilya Literasi Digital

Sambil terus berkarya, Eko juga terus melebarkan sayap. Eko memiliki ide mendirikan Komunitas Gerilya Literasi Digital. Kegiatan komunitas ini tidak jauh dari aktivitas-aktivitas Eko selama ini, yaitu membuat literasi secara digital.

Gigihnya usaha Eko dalam meningkatkan diri, sehingga karyanya yang bermuatan konten lokal terpilih menjadi salah satu pemenang YouTube Next Up Indonesia, tahun 2021. Eko pun mendapat hadiah berupa alat produksi konten yang lebih berkualitas.

Sumber: Instagram Eko Saputra Poceratu

Dari sini, Komunitas Gerilya Literasi Digital, semakin berkembang. Eko semakin produktif membuat konten. Isi kontennya pun semakin bervariasi dan edukatif, sehingga bisa membawa literasi Maluku merambah ke dunia digital.

Menurut Eko, suatu daerah akan lebih mudah maju dan berkembang baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata, apabila masyarakatnya sudah terbiasa dengan literasi digital.

Selain itu, bagi Eko, giat melakukan aktivitas di dunia literasi digital, akan membuat masyarakat lebih memahami bahwa dunia digital bisa membuka peluang kerja yang menjanjikan. Hal ini sekaligus membuat para orangtua menyadari, bahwa pekerjaan yang menjanjikan bukan hanya menjadi abdi negara.

Berkat gerakannya dalam dunia literasi di Maluku, Eko Saputra Poceratu berhasil terpilih sebagai Finalis Favorit Apresiasi SATU Indonesia Awards 2022 dan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp10 juta rupiah.