Tambak Udang Ramah Lingkungan Berbasis IoT

Usaha tambak udang, termasuk udang vaname, menguntungkan bagi masyarakat. Salah satu manfaatnya antara lain dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi petani. Tambak udang vaname juga memiliki potensi keuntungan yang tinggi, karena udang vaname merupakan salah satu komoditas ekspor yang bernilai tinggi. Selain itu hasil tambak berupa udang vaname juga memberikan gizi bagi masyarakat setempat.

Sumber: Solopos

Namun di balik keuntungan tersebut, tambak udang juga menghasilkan limbah yang cukup berbahaya bagi lingkungan sekitar. Selain itu tambak udang vaname biasanya menggunakan air tanah dalam jumlah yang tidak sedikit, sehingga dapat menyebabkan penurunan pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian di sekitarnya.

Hal ini membuat salah seorang pemuda bernama Paundra merasa resah. Sebab jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, akan merusak keseimbangan alam dan mengganggu keberlangsungan hidup manusia.

Tambak Udang Ramah Lingkungan

Paundra Noorbaskoro adalah seorang pemuda yang berasal dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Keprihatinannya terhadap limbah tambak udang di daerahnya membuat Paundra Noorbaskoro berpikir keras mencari solusi.

Bagaimanapun, usaha tambak udang vaname atau Litopenaeus vannamei memang sudah mulai dilirik banyak orang karena potensinya yang bisa menghasilkan banyak cuan dan investasi masa depan. Oleh karena itu tambak udang vaname ini tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Paundra pun berinovasi membuat tambak udang ramah lingkungan. Tujuan utamanya adalah agar masyarakat tetap mendapatkan manfaat tambak sekaligus bisa menjaga kelestarian lingkungan.

Inovasi Paundra dalam Pembuatan Tambak Udang Ramah Lingkungan

Konsep tambak udang yang diciptakan Poundra bukan hanya soal budidaya, tetapi juga soal menjaga lingkungan.Tambak yang ia buat dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ia sebut sebagai sistem smart village. Kolam udangnya ini dibangun berdekatan dengan IPAL. IPAL berfungsi untuk memastikan limbah dari tambak tidak mencemari laut. Hal ini sangat penting karena tambak udangnya tersebut berada di pinggir laut.

Sumber: Solopos

Paundra membuat konsep tambak udang yang airnya tidak langsung dibuang ke laut. Air yang berasal dari tambak tersebut dialirkan masuk ke dalam IPAL. Saat sudah berada di dalam IPAL, air juga tidak langsung dibuang ke laut, melainkan diendapkan dahulu selama tiga hari. Setelah itu, diberi bakteri pengurai. Fungsi bakteri pengurai adalah untuk menguraikan limbah yang berasal dari tambak udang tersebut.

Hal ini dilakukan saat panen tiba. Pada saat itulah waktu yang tepat untuk menguras tambak. Paundra akan memantau air yang berada di dalam IPAL tersebut. Kalau air tersebut sudah aman, barulah bisa dibuang ke laut. Kategori aman adalah jika kandungan dalam air sudah di bawah 0.1 ppm.

Pemanfaatan IoT pada Tambak Udang

Paundra mengandalkan teknologi IoT untuk mengontrol tambak dan kondisinya secara real-time. Jadi jangan heran melihat Paundra berkeliling dari kolam ke kolam sambil membawa mengoperasikan laptop. Sesekali pemuda ini memandangi kolam, lalu beralih ke laptop untuk mengisi data.

Sumber: Solopos

Dengan memanfaatkan IoT, hasil panen udang vaname menjadi jauh lebih banyak. Penerapan IoT dalam tambak ini tentu tidak mudah, karena membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang  tidak sedikit. Hal ini merupakan investasi jangka panjang dan bukan sesuatu yang instan.

Sebagai lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Paundra tidak ragu untuk kembali belajar tentang budidaya udang. Ia membaca banyak jurnal ilmiah dan juga belajar melalui YouTube.

Fokus riset awalnya adalah penyakit yang sering menyerang udang vaname, yaitu hepatopankreas atau Early Mortality Syndrome (EMS). Paundra mempelajari penyebab penyakit itu dan membuat pakan yang tepat. Setelah melalui beberapa kali percobaan, barulah hasilnya terlihat dan panen menjadi melimpah

Buah Kegigihan

Buah dari kegigihannya membuat Paundra mendapati tambaknya panen besar. Dari hasil panen ini Paundra membayar pegawai dan membeli pakan ikan. Kegigihan dalam melakukan inovasi juga mengantar Paundra menjadi finalis SATU Indonesia Awards 2022 dalam bidang teknologi. Dengan demikian, kerja keras dalam memikirkan sistem, mengeluarkan biaya serta tenaga, tidak sia-sia.

Sumber: SATU Indonesia Awards

Paundra tidak ingin berhenti sampai di sini. Dia akan terus berusaha mengembangkan usahanya agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja, serta mengolaborasikan sains dan teknologi agar bisa terus menyediakan kebutuhan ekspor.