Melalui tulisan ini saya sejenak mengajakmu mengingat kembali masa-masa pandemi beberapa tahun lalu. Pandemi membuat orang harus berada di rumah dalam waktu lama. Pada saat itu, semua sektor mengalami keterpurukan. Sektor pariwisata adalah yang paling awal terkena imbas. Tempat-tempat wisata seakan lumpuh dan banyak yang harus gulung tikar.

Sumber: IG Yuk Tukoni
Sektor makanan dan minuman, menyusul kemudian. UMKM bidang kuliner mengalami tantangan berat. Restoran, café, warung makan, penjual makanan di pinggir jalan dan penjual makanan sekelas rumahan, sepi pembeli. Padahal bisa dikatakan, usaha mereka inilah yang biasanya diandalkan sebagai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Adalah Revo Suladasha, pria asal Yogyakarta, yang miris dengan kondisi ini. Selama ini Yogyakarta tidak pernah sepi dari wisatawan. Namun, pandemi membuat Yogyakarta seperti kota mati. UMKM kuliner di kota ini benar-benar terpuruk. Para pelaku UMKM terancam tidak bisa memenuhi nafkah.
Berbekal rasa prihatin inilah Revo dan seorang teman bernama Eri Kuncoro, berusaha membantu para pelaku UMKM agar usaha kulinernya tetap berjalan. Revo dan Eri mencari cara agar pedagang-pedagang itu bisa tetap mendapat pembeli meski dilanda pandemi.
Membuat Aplikasi Pesan Kuliner
Hidup pada zaman pandemi, harus pintar-pintar mencari akal. Revo sadar bahwa pada masa pandemi, membeli makanan tidak bisa secara langsung. Revo pun memanfaatkan perangkat digital agar tujuannya berhasil.

Sumber: SATU Indonesia
Revo bergerak menciptakan aplikasi pesan antar khusus kuliner. Nama aplikasinya adalah Yuk Tukoni. Dalam bahasa Jawa, Yuk Tukoni artinya yuk dibeli. Harapannya, masyarakat tetap mendapatkan pasokan kuliner yang dibutuhkan, dan para pelaku UMKM tetap mendapat penghasilan.
Yuk Tukoni adalah e-commerce khusus makanan beku. Sengaja hanya menerima pesanan berupa makanan beku agar bisa dikirim ke luar kota. Makanan dikemas menggunakan kemasan yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama agar konsumen juga bisa menyimpan persediaan makanan di rumah. Makanan yang dipasarkan, ada juga yang berupa makanan khas Yogya atau makanan yang hanya bisa dijumpai di Yogya.
Mengumpulkan Pelaku UMKM
Tahun 2020, Revo berhasil mengoperasikan website tukoni.id dan aplikasi Yuk Tukoni. Pada perjalanannya, tidak hanya UMKM asal Yogyakarta yang ikut bergabung. Selain UMKM Yogyakarta, tercatat ada pelaku UMKM asal Jawa Tengah, Semarang, dan Madiun, yang telah bergabung dalam aplikasi Yuk Tukoni. Ada 60 UMKM yang tergabung, dan sudah 1.800 produk yang terjual.Konsumen terbesar adalah dari Jakarta, yaitu sebanyak 60%.

Sumber: IG Yuk Tukoni
Pada awalnya, Yuk Tukoni mengajak para pemilik kuliner Yogya untuk bergabung menjual produknya lewat aplikasi. Kuliner tersebut adalah Mie Ayam Bu Tumini dan Mangut Lele Mbah Narto. Selanjutnya, Yuk Tukoni mengajak UMKM lain untuk bergabung. Masyarakat pun antusias dan membeli produk-produk tersebut.
Sistem Promosi dan Pembayaran
Dalam membuat aplikasi dan e-commerce, Revo dan Eri memberi kemudahan pada pelanggan, terutama pada sistem promosi dan pembayaran. Mereka mempromosikan aplikasi ini melalui media sosial dan website. Pada intinya memaksimalkan kelebihan bidang digital. Dengan promosi seperti ini, semakin banyak calon pelanggan yang bisa menjangkau infonya. Para pelaku UMKM yang tergabung di aplikasi pun semakin mudah mendapatkan pelanggan.
Sistem pembayarannya juga dibuat mudah. Pelanggan bisa melakukan pembayaran dengan berbagai cara, yaitu transfer dan melalui virtual account. Tentu saja Yuk Tukoni juga menjamin keamanan data para pelanggan sehingga mereka tidak perlu cemas saat berbelanja.
Melakukan Pelatihan
Revo dan Eri paham bahwa belum semua pelaku UMKM mengerti dunia digital. Sebelum Yuk Tukoni beroperasi, Revo dan Eri memberi pelatihan lebih dahulu kepada para pelaku UMKM yang bergabung. Pelatihan yang diberikan, sederhana saja, yaitu berupa cara menerima pesanan dan memprosesnya hingga produk sampai di tangan pembeli. Revo yang memiliki latar belakang bisnis F&B dan Eri yang merupakan konsultan marketing, bekerja sama dalam mewujudkan Yuk Tukoni dalam membantu hidupnya lagi UMKM milik masyarakat.

Sumber: IG Yuk Tukoni
Kedua orang ini terus memberikan pelatihan dan dukungan teknis para pemilik UMKM. Harapan selanjutnya, para pelaku UMKM dan Yuk Tukoni sendiri, dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, orang-orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi, dapat pekerjaan baru lagi.
Biasanya Yuk Tukoni membuka kesempatan kerja untuk bagian admin, pengemas, dan kurir.
Bingung Saat Pesanan Melonjak
Banyak pelaku usaha yang senang ketika pesanan melonjak. Namun, bagi Yuk Tukoni, pesanan yang melonjak justru menjadi tantangan tersendiri. Sebab, ketika pesanan masuk dalam jumlah besar, produsen jadi kewalahan dalam menyediakan produk. Bahkan ada juga produsen yang tidak mau menerima apabila pesanan terlalu banyak.
Selanjutnya, Revo melakukan evaluasi, yaitu menugaskan dirinya untuk memberi dukungan serta memberi bekal lebih banyak lagi pada produsen, agar mereka siap menghadapi tantangan, apapun bentuknya.
Apresiasi SATU Indonesia Award
Gebrakan yang dilakukan Revo pada masa pandemi ini membuatnya meraih apresiasi SATU Indonesia Awards 2020, sebagai pejuang tanpa pamrih di masa pandemi Covid-19.
Gebrakan ini juga memberi inspirasi bagi kaum muda, bahwa apapun kondisinya, bisa menemukan solusi, asalkan fokus berpikir dan gigih mewujudkan tujuan.
