Hari itu, langit Jakarta nggak terlalu panas. Agak mendung malah, tapi tetap terasa semangat yang menggantung di udara. Saya melangkah masuk ke Jakarta Convention Center (JCC), tempat digelarnya BSI International Expo 2025, dengan satu harapan pengen tahu, sejauh mana perkembangan ekonomi syariah Indonesia hari ini? Tapi yang saya temuin ternyata lebih dari sekadar pameran. Hari itu jadi perjalanan yang cukup berkesan buat saya, dan mungkin buat banyak orang lain juga.
Begitu pintu terbuka, saya langsung disambut dengan suasana yang unik. Ada nuansa profesional, tapi juga terasa ramah dan hangat. Musik lembut mengalun di latar belakang, dan banyak petugas ramah menyambut para pengunjung di gate masuk. Booth-booth berdiri dengan desain rapi dan estetik. Saya melihat berbagai instansi syariah, UMKM, komunitas, dan bahkan perusahaan teknologi yang ikut meramaikan expo ini.

Pameran Rasa Kolaborasi
Biasanya saya datang ke pameran, yang ditonjolkan adalah jualan dan promosi. Di sini yang saya rasain justru semangat kolaborasi. Seolah-olah semua peserta di sini pengen bilang “Ayo bareng-bareng bangun masa depan ekonomi syariah Indonesia.” Dan jujur aja, itu bikin saya semangat buat eksplorasi lebih dalam.
Salah satu area yang langsung menarik perhatian saya adalah bagian UMKM, yang merupakan binaan BSI. Booth-nya memang nggak terlalu heboh, tapi isinya luar biasa. Ada macam-macam produk lokal yang dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, fashion muslim, olahan makanan halal, sampai produk herbal khas Indonesia.
Saya sempat mengobrol sebentar dengan salah satu pemilik UMKM. Dia adalah pelaku UMKM di bidang kuliner. Ada juga pelaku UMKM bidang lain yang membawa produk body care natural dari bahan rempah Nusantara. Menurut mereka, BSI bantu banget dari sisi permodalan dan pelatihan. Mereka dahulu cuma jualan di pasar lokal, sekarang sudah mulai masuk e-commerce global.
Saya terkagum-kagum. Di tengah gempuran ekonomi digital dan persaingan pasar bebas, para pelaku UMKM ini tetap berdiri tegak, bahkan tumbuh. Hal yang bikin saya makin salut, mereka tumbuh bukan dengan meninggalkan identitas lokal atau prinsip halal, tapi justru menjadikannya nilai jual utama.
Melihat hal itu saya makin yakin fakta bahwa BSI nggak sekadar ngasih tempat buat mereka pameran. Di beberapa booth, saya lihat QR code buat langsung akses toko online mereka. Bahkan ada sesi mini talk tentang digitalisasi UMKM syariah yang membuat saya dapat poin penting bahwa masa depan UMKM itu bukan sekadar bertahan, tapi juga naik kelas.
Halal Sudah Menjadi Gaya Hidup
Setelah puas keliling area UMKM, saya geser ke area Pameran Produk Halal. Ini bagian yang bikin saya cukup tercengang. Bukan cuma makanan atau kosmetik, tapi juga produk halal dari sektor yang nggak biasa, yaitu travel, finansial, bahkan investasi.
Ada satu booth yang khusus membahas soal halal lifestyle, lengkap dengan visualisasi gaya hidup halal yang keren. Di situ, saya mulai sadar bahwa konsep halal hari ini sudah berkembang jauh. Bukan cuma soal haram-halal dari sisi fiqih, tapi juga soal keberlanjutan, transparansi, dan etika bisnis.
Konsep halal travel ada pada penyajiannya. Mereka memberi paket traveling halal, yaitu mengunjungi tempat-tempat yang musim friendly. Misalnya, wisata kuliner yang sudah pasti halal, tempat wisata yang mudah ketika akan menjalankan salat, juga tempat menjual oleh-oleh yang bahan bakunya tidak menggunakan bahan haram. Di BSI Expo, ada juga booth yang menjual produk yang ramah lingkungan. Juga, produk skin care halal yang sudah bersertifikat MUI, dan packaging-nya bisa terurai sendiri dalam waktu tertentu.
Menurut saya ini bukan cuma omong kosong. Ini sinyal jelas bahwa halal sudah jadi nilai gaya hidup masa kini. Bank Syariah Indonesia kayaknya sadar betul soal ini. Mereka nggak cuma bicara soal transaksi bebas riba, tapi juga tentang membangun ekosistem halal yang utuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, dari rumah tangga sampai dunia bisnis.

Dunia Digital dan Harapan Masa Depan
Salah satu momen yang paling bikin saya kaget selama di expo ini adalah waktu mampir ke area Self Future Experience. Jujur, awalnya saya pikir ini cuma semacam booth visual biasa. Ternyata, pengunjung bisa masuk ke satu bilik kecil, pakai VR headset, dan melihat masa depan versi diri kita sendiri dengan gaya hidup syariah.
Di dalam headset VR itu, saya kayak diajak jalan-jalan ke masa depan kerja di lingkungan kerja halal, punya rumah yang dibiayai lewat skema KPR syariah, dan bahkan gaya hidup digital yang bebas dari transaksi haram. Ada narasi suara yang masuk ke telinga, ngajak refleksi. Bagaimana kalau semua pilihan hidupmu kamu arahkan sesuai prinsip syariah? Seperti apa hidupmu sepuluh tahun ke depan?
Teknologinya mungkin belum sempurna banget, tapi impact narasinya kuat. Rasanya kayak ngaca bukan di cermin, tapi di masa depan. BSI benar-benar bukan cuma jualan produk. Mereka lagi jualan harapan.
Peran Generasi Muda dalam Mengelola Gaya Hidup
Meskipun saya nggak bisa ikutin semua sesi karena keterbatasan waktu, ada beberapa talkshow yang cukup menarik. Salah satunya soal talkshow bisnis. Pembicaranya dari berbagai latar seperti influencer keuangan, akademisi, sampai pelaku startup syariah.
Yang bikin saya suka, pembahasannya to the point dan nggak terlalu formal. Mereka ngomongin soal tantangan generasi muda dalam mengelola keuangan, godaan gaya hidup konsumtif, sampai pentingnya melek produk-produk keuangan syariah seperti reksa dana syariah, cicilan tanpa riba, sampai digital wallet halal.
Seminar itu ngasih saya satu kesimpulan penting bahwa milenial dan Gen Z bisa jadi motor penggerak ekonomi syariah, asal dikasih wadah dan edukasi yang tepat. Menurut saya, BSI udah mulai menjalankan hal itu lewat acara kayak expo ini.

Ekonomi Syariah Indonesia Disambut Baik oleh Dunia
Satu hal lagi yang saya lihat dari expo ini adalah ekonomi syariah Indonesia mulai dilihat dunia. Ada beberapa booth dari institusi luar negeri yang ikut meramaikan, mulai dari Malaysia, Turki, bahkan Uni Emirat Arab. Mereka kayak ngasih sinyal bahwa mereka siap kerja sama dengan Indonesia, terutama lewat BSI.
Buat saya pribadi, ini bikin hati agak hangat. Karena biasanya, kita terlalu fokus lihat ke luar, sampai lupa potensi besar yang kita punya di dalam negeri. Melalui event kayak gini, kita bisa lihat bahwa dunia juga melirik kita.
BSI Expo Menambah Wawasan
Jujur aja, sebelum datang ke acara ini, saya sempat ragu. Saya pikir, ini cuma akan jadi event seremonial yang penuh jargon dan spanduk besar. Ternyata, saya pulang dengan pikiran yang jauh lebih kaya.
Saya pulang dengan ide ide baru, rasa kagum terhadap UMKM lokal, dan kesadaran bahwa ekonomi syariah bukan cuma tentang angka dan akad, tapi juga tentang harapan, identitas, dan masa depan. Bahwa ketika kita bicara soal “merajut impian emas”, itu bukan sekadar slogan. Itu bisa jadi kenyataan asal kita punya ekosistem yang mendukung, komunitas yang bergerak, dan visi yang jelas. Semua itu saya lihat ada di BSI International Expo kemarin.
Di luar gedung JCC sore itu, saya sempat duduk sebentar, melihat orang-orang berlalu lalang keluar masuk pameran. Ada yang bawa tote bag penuh brosur, ada yang senyum puas habis belanja, ada juga yang masih foto-foto di depan booth BSI yang megah.
Kalau kalian punya kesempatan datang ke event kayak gini di tahun depan, coba sempatkan buat dateng. Nggak cuma buat lihat pameran atau dapat goodie bag, tapi buat melihat masa depan yang bisa kalian pilih sendiri.
